Beranda » Uncategorized » 5 Penemuan Hebat Ilmuwan Islam yang Dilupakan Sejarah Dunia

5 Penemuan Hebat Ilmuwan Islam yang Dilupakan Sejarah Dunia


Banyak yang telah dilahirkan oleh
peradaban Islam bagi dunia.
Hingga saat ini, manfaatnya
masih bisa dirasakan dan terus
dilakukan pengembangan lebih
lanjut demi kemudahan. Dan
untuk lebih jelasnya mari kita
telusuri beberapa penemuan dari
para ilmuwan Muslim tersebut. Di
antaranya:
1. Teori Relativitas Al-Kindi
Teori relativitas ternyata telah
lama dicetuskan oleh ilmuwan
Muslim di abad ke 8 Masehi.
Dialah Abu Yusuf bin Ashaq al-
Kindi. Ia adalah seorang ilmuwan
dan filsuf Muslim keturunan
Yaman dan lahir di Kufah tahun
185 H/796 M. Ilmuwan yang di
kenal sebagai Alkindus di Barat
ini menyatakan bahwa manusia
adalah makhluk relatif dan
terbatas. Walaupun semua
makhluk individu tidak terbatas
banyaknya, namun waktu, gerak,
badan dan ruang adalah
terbatas. Intinya, Al-Kindi hendak
menyatakan bahwa “Waktu itu
ada (eksis) karena ada gerak.
Gerak itu adak karena badan/
tubuh yang bergerak…. Jika tidak
gerak, ada tubuh yang
diperlukan untuk bergerak; jika
ada badan, ada gerakan yang
dilakukan”. Dengan kata lain,
ruang, waktu, gerakan dan
benda itu bersifat relatif satu
sama lain dan tidak dapat
berlaku sendiri (independent)
atau absolut. Seluruhnya bersifat
relatif terhadap objek-objek lain
dan terhadap si pengamat.
Teori yang di gagas Einstein juga
hampir sama. Ia menyatakan
bahwa “Eksistensi-eksistensi
dalam dunia ini terbatas,
walaupun eksistensi itu sendiri
tidak terbatas”. Tentu saja
karena kedua ilmuwan ini hidup
dan berkarya di zaman yang
berbeda, maka temuan dari
Einstein akan lebih mendetail dan
dijelaskan dengan dukungan
penelitian dan pengujian ilmiah.
Bahkan telah terbukti dengan
adanya ledakan bom atom di
Nagasaki dan Hiroshima. Namun
yang jelas, ternyata teori
relativitas yang di gagas oleh
Albert Einstein pada abad ke 20
telah lebih dulu di temukan oleh
ilmuwan Muslim yaitu Abu Yusuf
bin Ashaq al-Kindi sekitar seribu
seratus tahun sebelumnya.
Sesungguhnya, konsep tentang
relativitas ruang dan waktu ini
sudah tidak asing lagi bagi
kalangan ilmuwan Islam
terdahulu. Karena di dalam Al-
Qur`an telah disebutkan
berbagai ayat yang
mengisyaratkan relatifnya ruang
dan waktu, seperti:
“Sesungguhnya sehari disisi Allah
adalah seperti seribu tahun
menurut perhitunganmu” (QS. Al-
Hajj [22] : 47).
“Dia mengatur urusan dari langit
ke bumi, kemudian (Urusan) itu
naik kepada-Nya dalam satu hari
yang kadarnya (lamanya) adalah
seribu tahun menurut
perhitunganmu” (QS. As-Sajdah
[32] : 5)
Jadi, sekarang apakah kita tidak
bangga dan termotivasi untuk
mengembalikan kejayaan Islam
itu.
2. Observatorium buatan Nasir
ad-Din at-Tusi (Malagha) dan
Ulugh Beg
Menurut catatan sejarah,
observatorium pertama yang di
buat manusia adalah yang di
bangun pada zaman Yunani
kuno oleh seorang asronom
yang bernama Hipparchus pada
tahun 150 SM. Sejak saat itu di
seluruh dunia membangun
observatorium hanya mencontoh
mentah-mentah bangunan ini
hingga belakangan ilmuwan
Islam lah yang mengoreksinya.
Tahun 1259 M, Nasir ad-Din at-
Tusi lah yang melakukan hal itu.
Ia memimpin beberapa
astronom Muslim untuk
membangun sebuah
observatorium di Malagha.
Observatorium itu pun
dilengkapi dengan perpustakaan
yang koleksi bukunya mencapai
400 ribu judul lebih.
Selain itu, sebuah obsernatorium
yang lebih canggih dibangun di
Samarkand dengan nama Ulugh
Beg. Seorang ahli astronomi
Barat, Kevin Krisciunas dalam
tulisannya berjudul The Legacy of
Ulugh Beg mengungkapkan,
obserbatorium termegah yang
dibangun sarjana Muslim adalah
Ulugh Beg. Observatorium itu di
bangun seorang penguasa
keturunan Mongol yang bertahta
di Samarkand bernama
Muhammad Taragai Ulugh Beg
(1393-1449). Dia adalah pejabat
yang menaruh perhatian
terhadap astronomi.
Ketertarikannya itu bermula
ketika dia mengunjungi
observatorium di Malagha yang
di bangun oleh astronom
terkemuka, Nasir ad-Din at-Tusi
Geliat pengkajian astronomi di
Samarkand mulai berlangsung
pada tahun 1201 M. Namun
aktivitas astronomi yang
sesungguhnya di wilayah
kekuasaan Ulugh Beg mulai
berlangsung sejak tahun 1408 M.
Sejak saat itu semangat
pengkajian astronomi di
Samarkand mencapai puncaknya
ketika pejabat dan ahli astronomi
itu memerintahkan membangun
sebuah observatorium Ulugh Beg
(sesuai dengan namanya) untuk
kepentingan penelitian. Namun
sayang, setelah Ulugh Beg
meninggal maka observatorium
itu mulai di abaikan hingga
akhirnya rusak dan terbengkalai.
3. Sistem air mancur temuan
Banu Musa bersaudara
Dalam berbagai catatan sejarah,
terungkap bahwa umat Islam
menjadi umat pertama yang
menggunakan media air dalam
rancangan sebuah taman. Di
samping itu, masjid, istana,
rumah juga ikut menggunakan
media air ini dalam
mempercantik arsitekturnya.
Namun sayang hanya sedikit
atau bahkan tidak ada lagi yang
pernah mengangkat hal ini,
bahwa ilmuwan Muslim lah yang
pertama-tama mengenalkan
sistem air mancur.
Banu Musa bersaudara telah
meninggalkan warisan yang
berharga bagi umat Islam, yaitu
karya-karya yang terangkum di
dalam kitab Al-Hiyal (kitab
perangkat mekanik) yang
bermanfaat dalam
perkembangan teknik dan
arsitektur Islam. Dalam kitab ini
Banu Musa bersaudara membuat
rancangan air mancur dalam
berbagai teknik. Prinsip-prinsip
geometri dan fisika telah mereka
terapkan dalam pembuatan air
mancur dan mereka juga telah
mampu membuat tujuh model
rancangan air mancur. Sungguh
menakjubkan.
4. Resep pembuatan sabun ala
Ar-Razi
Sabun telah di kenal oleh umat
Islam sejak abad ke 9 Masehi.
Dikenalkan pertama kali oleh
ilmuwan Muslim yang bernama
Ar-Razi atau di Barat sebagai
Razes. Menurut Razi untuk
membuat sabun di butuhkan
campuran beragam minyak
tumbuhan (diantaranya minyak
zaitun) dan mencampurnya
dengan sodium hidroksida serta
bahan-bahan aromatik seperti
thyme.
Betapa hebatnya para ilmuwan
Muslim terdahulu. Mereka telah
benar-benar menerapkan salah
satu sabda Rasulullah SAW
bahwa “Kebersihan itu sebagian
dari iman”. Selain Ar-Razi, para
ahli kimia Muslim abad
pertengahan juga telah
menemukan sabun wangi yang
berwarna serta sabun cair.
Bahkan baru-baru ini telah
ditemukan sebuah manuskrip
dari abas ke 13 yang berisi tata
cara pembuatan sabun secara
lebih mendetail. Berikut
penjelasannya:
“Sediakan sejumlah minyak
wijen, sedikit potash, alkali dan
beberapa jeruk lemon. Kemudian,
campur dan rebus bahan-bahan
tersebut. Setelah masak,
tuangkan campuran penas
tersebut dalam cetakan lalu
biarkan sampai menjadi dingin.
Maka jadilah sabun batangan”
Sungguh mengherankan bila di
Eropa pada abad pertengahan
para raja dan kalangan
bangsawan masih menggunakan
air seni manusia untuk mencuci
baju dan mandi, peradaban Islam
telah menikmati sabun dalam
bentuk batangan. Tapi ironisnya,
sumbangsih peradaban Islam ini
tidak disebutkan dalam banyak
buku sejarah penemuan dunia.
Kurun waktu dari abad ke 1
hingga 15 diloncati begitu saja
seolah-olah lima belas abad itu
tidak ada artinya.
6. Sampo buatan Sake Dean
Mahomet
Tahukah Anda siapa yang
memperkenalkan pertama kali
sampo ke dunia Barat? Dialah
seorang Muslim dari Benggali
(India) bernama Sake Dean
Mahomet yang membawa sampo
ke daratan Eropa pada tahun
1759. Dia kemudian
memperkenalkan sampo di
Inggris dengan membuka
“Mahomed`s Indian Vapor Baths”
atau “Pemandian wangi gaya
India milik Mahomet” di kawasan
pelabuhan Brighton. Pemandian
ini lebih mirip dengan
pemandian gaya Turki atau
Turkish Baths dimana ia juga
menawarkan pijat terapi kulit
kepala atau champi
(mengeramas). Mahomet bahkan
kemudian di tunjuk sebagai
seorang ahli bedah khusus
menyampo bagi raja George IV
dan William IV.
Sejak saat itu para penata rabut
di Inggris kemudian mulai
membuat sampo dengan cara
merebuh sabun batangan
dengan air matang yang di
bubuhi dengan rempah-rempah
untuk membuat rembut berkilau
dan wangi.
***
Tulisan di atas hanya mengulas
sedikit dari banyaknya temuan
lain dari para ilmuwan Muslim
terdahulu. Sungguh merupakan
kebanggaan bagi penulis saat
bisa membagikan informasi ini
kepada para pembaca –
khususnya umat Islam – dengan
tujuan untuk membuka wacana
baru dan memotivasi diri untuk
lebih maju berkarya.
Namun sayang, banyak yang
menduga pada era itu (abad
pertengahan) adalah abad yang
sia-sia. Kalau pun menyadarinya
itu tidak benar, tidak sedikit yang
menyembunyikan untaian
mutiara ilmu pengetahuan itu
dari sejarah dunia. Bahkan yang
lebih menyedihkan lagi adalah
dari kita sendiri sebagai umat
Islam, kita tidak lagi bangga
dengan fitrah diri kita dengan
mengabaikan fakta sejarah ini.
Selain itu, kita tidak lagi
menjadikan apa yang dilakukan
oleh pendahulu kita sebagai
contoh motivasi untuk lebih maju
dan terus berkarya demi
mengikuti persaingan dunia.
Padahal kita memiliki modal
untuk menjadi kaum yang paling
berjaya di seantero dunia.
Mari dari sekarang kita berniat
dan meneguhkan semangat
usaha demi membangkitkan
kejayaan umat Islam. Karena
hakekatnya itu adalah wujud
nyata dari menegakkan ajaran
yang termaktub di dalam agama
kita (Al-Qur`an dan As-Sunnah).


2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 490 pengikut lainnya

Yg lagi lihat

Klik tertinggi

  • Tak ada

Kalender

Agustus 2013
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: