Beranda » Posts tagged 'IPTek'

Tag Archives: IPTek

Telah Ditemukan Planet Tanpa Matahari

Ilmuwan menemukan sebuah planet yang tak mengorbit pada bintang. Lonely planet yang disebut CFBDSIR2149 ini ditemukan mengambang di jagat raya, tanpa melakukan evolusi atau kegiatan mengelilingi bintang seperti dilakukan bumi atas matahari.

Ini adalah planet pertama yang terisolasi dari jenisnya yang pernah ditemukan oleh para ilmuwan, setelah lebih dari satu dekade mencari, dalam proses digambarkan sebagai “mencari jarum tunggal dalam ribuan tumpukan jerami.”

Sampai tujuh kali ukuran Jupiter, planet itu mengambang bebas tanpa ikatan gravitasi dan memenuhi kriteria tertentu massa, temperatur dan usia yang akan ditunjuk sebagai “planet”. Usia antara 50 dan 120 juta tahun, memiliki suhu sekitar 400 derajat Celcius dan diyakini menjadi bagian dari sekelompok sekitar 30 bintang yang sangat muda yang dikenal sebagai Kelompok Doradus AB Pindah.

Planet itu sendiri ditemukan oleh para peneliti di University of Montreal, yang berkonsultasi dengan rekan-rekan Prancis dan data dari Kanada-France-Hawaii Telescope dan Teleskop Observatorium Selatan Eropa Sangat Besar. Meskipun para ilmuwan telah mengetahui jenis planet “tunawisma” ada, mereka belum mampu mengamatinya sampai sekarang. Hal ini diyakini planet terpencil bisa saja terpental dari badan-badan lain selama pembentukannya.

Penemuan ini diharapkan membuat para astronom mendapat pemahaman yang lebih besar. Keberadaannya sangat mendukung teori bahwa jenis objek “tunawisma” lebih umum dalam ruang daripada saat berpikir. “Meskipun teori telah membentuk keberadaan jenis planet yang sangat dingin dan muda, namun belum pernah diamati sampai saat ini,” kata Étienne Artigau, astrofisikawan.

“Objek ini ditemukan selama scanning yang setara dengan 1.000 kali permukaan bulan purnama. Kami mengamati ratusan juta bintang dan planet-planet, tetapi kami hanya menemukan satu planet tunawisma di lingkungan kami. Sekarang kami akan mencari mereka di sumber astronomi yang lebih jauh. Ini seperti mencari satu jarum dalam ribuan tumpukan jerami.”

Tim astronom akhirnya mampu mempelajarinya karena kedekatannya komparatif, dan tidak adanya bintang terang yang sangat dekat dengan itu. “Mencari planet di sekitar bintang mereka mirip dengan mempelajari kunang-kunang duduk satu sentimeter dari lampu mobil yang terang,” kata Philippe Delorme, penulis utama dari Institut de planetologie et d’Astrophysique de Grenoble, Perancis. “Objek yang mengambang bebas ini menawarkan kesempatan untuk mempelajari secara rinci kunang-kunang tanpa lampu menyilaukan dari mobil mengacaukan segalanya.”

Jonathan Gagné, mahasiswa doktoral fisika di Udem, menambahkan, “Selama beberapa tahun terakhir, beberapa objek dari jenis ini telah diidentifikasi, namun keberadaan mereka tidak dapat ditentukan tanpa konfirmasi ilmiah usia mereka. Para astronom tidak yakin apakah akan mengkategorikan mereka sebagai planet kerdil atau sebagai brown.” Brown dwarf adalah bintang gagal, karena mereka tidak pernah berhasil memulai reaksi nuklir di pusat-pusat mereka.

Kata “planet” berasal dari bahasa Latin, planetus. Awalnya berasal dari kata Yunani, planeta-planêtês, arti bergerak atau mengembara benda-benda angkasa. Definisi membedakan mereka dari bintang, yang tampaknya berada dalam posisi tetap di langit.

Eksperimen Paling Mengerikan Dalam Dunia Sains

103359_lubang-hitam-di-galaksi-m87_209_157Sejak novel Frankenstein karya Mary Shelley terbit, kisah-kisah tentang ilmuwan gila dan karya mereka yang mengerikan, kerap bermunculan.
Ternyata, itu tak sekadar fiksi, ada di kehidupan nyata. Dari anjing zombie hingga alat untuk mengatur pikiran seseorang. Berikut sejumlah eksperimen paling mengerikan, atau dianggap mengerikan yang pernah dilakukan yang dikutip dari LiveScience.

1. Lubang hitam (black hole) “picu” kiamat

Saat akselelator paling hebat sejagad, Large Hadron Collider (LHC) dinyalakan, sejumlah orang menahan nafas. Selama bertahun-tahun beredar rumor, bahwa pemecah partikel itu bisa menciptakan lubang hitam mini yang bisa menghancurkan Bumi. Pada tahun 2008, sekelompok orang bahkan mengajukan gugatan untuk menghentikan operasional LHC, dengan alasan tabrakan atom bisa memicu kiamat.

Meskipun terdengar masuk akal, pada dasarnya tidak ada kesempatan bagi LHC untuk menghancurkan Bumi. Sebuah studi komperehensif mengalkulasi, sinar kosmik yang membombardir Bumi secara rutin menciptakan energi tubrukan yang lebih tinggi dari akseleletor partikel itu.

Penelitian itu mengungkap, “apa yang dilakukan alam setara dengan ratusan ribu kali program eksperimen LHC. Dan planet ini tetap bertahan.”

Dan terbukti dunia tidak lantas luruh gara-gara LHC. Awal tahun ini, fisikawan bahkan mengumumkan partikel yang 99,999 persen Higgs boson — partikel yang berfungsi memberi massa pada partikel lain. Atau populer dengan sebutan “partikel Tuhan”

2. Anjing zombi

Pada tahun 1940-an, ilmuwan Rusia merilis video yang menunjukkan beberapa kepala anjing yang terpenggal mampu bertahan hidup hingga beberapa jam. Bahkan diklaim bisa mengerakkan telinganya sebagai respon dari suara, dan bahkan menjilati bibirnya. Ilmuwan kala itu mengklaim, mereka bisa menghidupkan binatang yang tak lagi utuh itu dengan cara menggunakan sistem sirkulasi darah buatan.

Sementara pada tahun 2005 lalu, giliran ilmuwan Amerika Serikat yang menciptakan anjing zombie. Caranya, tim ahli membunuh sejumlah anjing dengan cepat, dengan cara menguras darah dalam tubuhnya dan menggantinya dengan oksigen dan larutan saline yang mengandung gula. Demikian menurut para peneliti dari Safar Center for Resuscitation Research dari University of Pittsburgh.

Lalu, tiga jam kemudian, tim mentransfusikan darah ke tubuh anjing tersebut, diikuti sengatan listrik. Anjing-anjing itu kembali pulih, meski beberapa di antaranya mengalami kerusakan permanen.

Meski caranya mengerikan, penelitian itu punya tujuan baik. Seperti dimuat Yearbook of Intensive Care and Emergency Medicine, penelitian itu mengungkapkan pengobatan semacam itu suatu saat bisa digunakan pada manusia. Untuk menyelamatkan orang yang mengalami pendarahan hebat, dengan memberi jeda waktu sebelum mereka ditangani dokter.

3. Pengontrol pikiran

Pada tahun 1950-an, CIA meluncurkan program superrahasia, MKULTRA. Tujuannya mencari obat atau teknik yang bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran manusia. Lebih dari dua dekade selanjutnya, lembaga intelijen itu menggunakan halusinasi, kondisi kurang tidur ekstrem, dan alat kejut listrik sebagai upaya pencucian otak sempurna.

Ilmuwan CIA melakukan lebih dari 149 proyek riset sebagai bagian dari MKULTRA. Salah satunya, mereka mengetes efektivitas LSD dalam situasi sosial tertentu dengan cara, diam-diam membubuhkan obat di sebuah bar di New York atau San Francisco. Atau menawarkan heroin pada pecandu agar mereka bisa berhalusinasi.

Dihantui skandal Watergate, pada tahun 1973 Direktur CIA, Richard Helms memerintahkan dokumen tang terkait dengan proyek tersebut dimusnahkan. Namun, sejumlah dokumen berhasil lolos, pada 1977 atas nama UU Kebebasan Informasi, sebanyak 20.000 halaman dirilis.

4. Perawat “mematikan”

Pada tahun 1963, psikolog sosial Stanley Milgram mengungkap bagaimana mahasiswa Yale bersedia memberikan kejutan listrik mematikan pada orang asing, jika aparat berwenang menghendakinya.

Dari sana, psikiater Charles Hofling ingin membuktikan bagaimana ketaatan mempengaruhi keputusan seseorang — yang tidak mengetahui bahwa ia adalah bagian dari sebuah eksperimen.
Dalam sebuah makalah yang ditulis pada 1966, “An Experimental Study of Nurse-Physician Relationships”, Hofling mendeskripsikan sebuah protokol mengerikan: seorang dokter meminta perawat yang tugas malam untuk menambah obat pasien dua kali lipat dari dosis maksimal lewat telepon. Tanpa diketahui perawat, “obat” itu sebenarnya adalah pil yang sama sekali tak bermanfaat. Dan dokter yang memerintahkan adalah dokter palsu.

Herannya, 21 dari 22 perawat memenuhi perintah itu, meski tahu benar obat itu membahayakan pasiennya dan melanggar aturan RS dengan menerima perintah lewat telepon.

Studi ini menunjukkan bagaimana aura sebuah otoritas bisa mempengaruhi keputusan etis seseorang.

5. Bomber kelelawar

Pada Perang Dunia II, Korps Angkatan Laut AS mengerjakan sebuah proyek untuk melatih kelelawar sebagai bomber kamikaze melawan Jepang.

Adalah seorang dokter gigi asal Pennsylvania, Lytle Adams, yang mengajukan ide tersebut pada Gedung Putih pada tahun 1942, setelah mengunjungi gua kelelawar di Carlsbad Caverns, New Mexico.

Caranya dengan menciptakan bom kecil dan memanfaatkan sensor alami hewan itu untuk bersarang di lumbung dan loteng.

Rencana Lytle itu, kelelawar yang dipasangi bom itu akan terbang ke Jepang, bersarang di bangunan di kota-kota di Negeri Matahari Terbit yang sebagian besar terbuat dari kayu. Dan meledakkannya.

Korps Marinir menangkap ribuan kelelawar di Meksiko dan mengembangkan alat peledak untuk dipasang di punggung hewan itu. Namun, proyek ini dibatalkan pada tahun 1943, mungkin karena pemerintah AS telah membuat kemajuan berarti dalam proyek bom atom.

Bakteri “Hebat” Dapat Hasilkan Emas 24 Karat

174274_bakteri-menghasilkan-emas-24-karat-2_663_498 Pencarian alkimia membidani kelahiran ilmu kimia modern, menjadi cikal bakal: bagaimana mengubah elemen biasa menjadi emas yang berharga. Melalui zat mitos yang disebut batu filosof (philosopher’s stone), juga diyakini menjadi obat mujarab yang menyembuhkan penyakit dan memberi iming-iming kehidupan abadi.

Untuk tujuan yang pertama, saat ini para peneliti mengklaim menemukan bakteri yang mendekati dengan batu filosof yang sudah lama jadi incaran. Bakteri ini mampu mengubah sebuah senyawa kimia beracun yang ditemukan di alam, menjadi sebuah material padat, solid: emas 24 karat.
Bagaimana mendapatkan emas tidak dengan cara menambang?
Kuncinya adalah sebuah bakteri. Tim dari Michigan State University menemukan, bakteri yang toleran pada logam, Cupriavidus metallidurans, ternyata dapat tumbuh dalam konsentrasi besar klorida emas (gold chloride), yang mematikan bagi makhluk yang lain.
Lebih jauh lagi, para ilmuwan menguak, makhluk sangat kecil itu mampu mengubah zat beracun klorida emas untuk memproduksi gumpalan emas. Atau dengan kata lain, bakteri itu makan racun lalu mengeluarkan “kotoran” berupa emas murni.

“Ini adalah alkimia mikroba, mengubah emas dari sesuatu yang tidak bernilai, menjadi logam mulia padat yang berharga,” kata Kazem Kashefi, assistant professor mikrobiologi dan genetika molekuler, seperti dimuat Daily Mail.
Kashefi dan Adam Brown –associate professor seni elektronik dan intermedia di universitas yang sama– menemukan, Cupriavidus metallidurans dapat tumbuh dalam konsentrasi besar klorida emas, senyawa kimia beracun yang ditemukan di alam, yang sering juga disebut “emas cair”.

Mereka juga menemukan, bakteri tersebut setidaknya 25 kali lebih kuat dari yang diduga sebelumnya.
Untuk menunjukkan bagaimana cara kerja bakteri itu, kedua ilmuwan membuat sebuah laboratorium portabel, sebuah seni instalasi, yang diberi nama, “The Great Work of the Metal Lover” –“karya agung pemuja logam”, yang merupakan kombinasi dari bioteknologi, seni, dan alkimia.

Laboratorium portabel itu disusun dari perangkat berlapis emas 24 karat, kaca bioreaktor yang berisi bakteri. Ukurannya yang relatif kecil memungkinkan ilmuwan memamerkan cara menghasilkan emas di depan banyak orang.
Lantas, bagaimana emas bisa dihasilkan?
Brown dan Kashefi mengumpan bakteri Cupriavidus metallidurans dengan klorida emas dengan jumlah besar, meniru proses yang mereka yakini terjadi di alam. Butuh waktu selama sekitar sepekan, agar bakteri tersebut memetabolis racun dan akhirnya memproduksi bongkahan emas.
Menurut Brown, instalasi “The Great Work of the Metal Lover” intinya bagaimana memanfaatkan sistem kehidupan sebagai sarana sebuah eksplorasi artistik. “Ini adalah neo-alkimia. Setiap bagian, setiap detail proyek adalah persilangan antara mikrobiologi modern dan alkimia,” kata Brown.”
Sebagai seorang seniman, aku ingin menciptakan sebuah fenomena. Seni punya kemampuan untuk mendorong sebuah penyelidikan ilmiah.”

Tapi, jangan terlalu bersemangat dengan temuan ini. Sama sekali ini bukan “penangkal” harga emas yang makin meroket akhir-akhir ini.
Meski kedengarannya menarik, biaya yang dibutuhkan untuk mereproduksi eksperimen mereka dalam skala yang lebih luas, luar biasa mahal. Tak hanya itu, kesuksesan menciptakan emas menimbulkan banyak pertanyaan: tentang dampak ekonomi dan sosial, etika yang berkaitan dengan ilmu dan rekayasa alam. Juga tentang akibatnya pada keserakahan manusia.
Instalasi “The Great Work of the Metal Lover” telah mendapat penghargaan dalam kompetisi, Prix Ars Electronica, di Austria. Di negeri itu, ia juga dipamerkan hingga 7 Oktober yang lalu.

Apakah anda tertarik?? Jika ya lakukan sendiri percobannya…..

7 Planet Kandidat Pengganti Bumi

alien-earth-census-other-earthlike-planets-worlds_33783_600x450Pencarian planet yang layak dihuni terus dilakukan. Yang terbaru adalah penemuan tujuh planet di luar sistem tata surya yang dianggap berpotensi menggantikan peran Bumi. Tujuh planet itu adalah Gliese581d, HD 85512b, Kepler 22b, Gliese 667Cc, Gliese 581g, Gliese 163c, dan HD 40307g. Semuanya masih tergabung dalam galaksi Bima Sakti. Tim peneliti dari The Habitable Exoplanets Catalog (HEC), yang menemukan ketujuh planet, melansir informasi tersebut
bulan ini. HEC adalah proyek ambisius untuk membuat katalog tentang semua planet di jagat raya yang dinilai layak dihuni. “Tentu sangat berguna jika ada katalog tentang planet-planet layak huni,” ujar Abel Mendez,
Direktur Laboratorium Kelayakhunian Planet Arecibo di Universitas Puerto Rico, Selasa 11 Desember 2012. Mendez mengatakan, penemuan ketujuh planet itu, dan pencarian planet-planet baru lainnya, bertumpu pada perangkat High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) di Chile dan Teleskop Antariksa Kepler yang mengorbit di luar angkasa. Katalog disusun menggunakan penilaian kelayakhunian, seperti Earth Similarity Index, Habitable Zones istance, Global Primary Habitability, sistem klasifikasi, dan perbandingan dengan Bumi masa lalu dan masa kini. Sejak dimulai 5 Desember 2011, proyek yang dipimpin Mendez telah menemukan hampir 80 eksoplanet–planet di luar tata
surya–berukuran mirip Bumi. “Tapi hanya sedikit yang berjarak tepat dari bintang untuk mendukung adanya air di
permukaan planet,” katanya. Awalnya tim hanya menemukan planet Gliese 581d dan HD 85512b. Kemudian ditambahkan
lima planet lainnya, yakni Kepler 22b, Gliese 667Cc, Gliese 581g, Gliese 163c, dan HD 40307g. Tujuh planet itu termasuk eksoplanet superterran alias berukuran cukup besar ketimbang Bumi. Selain tujuh planet yang sudah
dikukuhkan, masih ada lebih dari 27 kandidat versi Teleskop Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menunggu konfirmasi untuk memperoleh predikat “layak huni”. Mendez mengatakan, HEC menggabungkan dan mengolah
berbagai data eksoplanet dari berbagai sumber, seperti Ensiklopedia Planet Ekstrasolar dan Arsip Eksoplanet NASA,
ditambah banyak pembaruan dari kelompok penelitian lain. Segala informasi terbaru yang relevan akan langsung dianalisis dan ditambahkan ke katalog. “Sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai memetakan planet- planet di alam semesta yang bisa dihuni,” katanya.

Pencarian planet pengganti Bumi sudah dimulai sekitar dua dasawarsa lalu. Saat itu peneliti lewat Observatorium Arecibo menemukan beberapa planet di luar tata surya. Namun, planet- planet di sekitar pulsar PSR B1257 +12- itu tergolong memiliki kondisi ekstrem. Perburuan terus berlanjut. Pada 1995, para peneliti menemukan planet 51 Pegasi b yang mengorbit bintang mirip matahari. Sampai hari ini terdapat hampir 900 eksoplanet yang sudah dipastikan keberadaannya dan lebih dari 2.500 yang masih menunggu konfirmasi. “Tapi hanya beberapa yang mungkin menjadi kandidat untuk tempat hidup seperti Bumi,” ujar Mendez.

6 Tanda Rumah Anda Berhantu

6_tanda_tanda_rumah_berhantu10Bagaimana wujud sesosok hantu? Anda mungkin tidak dapat menggambarkannya, tetapi Anda bisa merasakannya. Ada orang yang mungkin tidak mengabaikan perasaan itu, tetapi ada juga yang sangat sensitif dengan rasa atau suara. Pasangan Gwyneth Paltrow dan Chris Martin, misalnya. Pada tahun 2004 mereka membeli rumah di London seharga 5,7 juta dollar milik pasangan Kate Winslet dan Sam Mendes. Rumah itu sangat indah, tapi para tetangga memperingatkan bahwa rumah itu menebarkan perasaan yang aneh. Para pemilik lamanya selalu mengalami nasib buruk, tidak bahagia, lalu menjualnya. Kate dan Sam pun tak lama tinggal di situ. Bagaimana sebenarnya mengetahui apakah sebuah rumah itu berhantu? Tanyalah pada pasangan pemburu hantu, Ron dan Nancy Stallings. Pasangan ini punya minat pada bidang para psikologi (kajian ilmiah tentang peristiwa – peristiwa di luar hal yang normal), sedangkan Nancy sendiri memiliki kemampuan menghubungkan diri.

Ia menulis buku Show Me One Soul: A True Haunting, setelah mengobservasi dan menghadapi berbagai fenomena dengan pendekatan yang sangat ilmiah. Pasangan ini lalu mendirikan The Maryland Committee for Psychical Research, yang menginvestigasi kejadian-kejadian paranormal di ratusan rumah sejak tahun 1965. Nancy mengatakan, jika Anda mengalami beberapa saja dari fenomena yang di bawah ini, hal itu bisa menjadi tanda bahwa rumah Anda berhantu. “Bahkan
jika Anda hanya mengalami satu hal saja, kemungkinan ada fenomena lebih dari satu,” katanya.

1. Ada perasaan aneh
Kadang-kadang rumah jadi terasa menggelisahkan, atau atmosfirnya terasa tebal dan berat. Atau, Anda merasakan ada perubahan suhu di beberapa ruangan, menjadi lebih dingin daripada di ruangan lain. Hal ini
disebabkan hantu menyerap energi di sekitarnya untuk mewujudkan dirinya. “Seringkali orang juga merasa tidak sendirian di rumah itu. Mereka merasa sedang diamati, tapi mereka tidak melihat apapun di sekitarnya,” kata Nancy. Jika Anda mengalami hal ini, kemungkinan Anda merasakan kehadiran hantu. Kadang-kadang ada bayangan berkelebat. Meskipun ini tidak otomatis membuktikan kehadiran hantu, Anda perlu memperhatikannya untuk mengetahui apakah ada fenomena lain di sekitar Anda.

2. Suara-suara yang aneh
“Seringkali ada suara ketukan di dinding dalam tiga seri, seperti tiga kali, enam kali, atau sembilan kali. Orang juga bisa mendengar suara orang berjalan, seperti langkah-langkah,” tambah Nancy. Sebagian orang yang lain mendengarkan suara lemari atau laci di dapur membuka atau menutup. Orang yang lain bisa mendengarkan musik, gelas pecah, atau bel berdering.

3. Bau-bauan yang tidak biasa
“Aromanya bisa seperti parfum atau bunga-bungaan, baunya sangat manis. Sebagian hantu tampaknya diikuti dengan bau yang busuk. Biasanya, mereka ini hantu yang negatif, dan mereka mengganggu,” katanya.

4. Benda-benda yang bergerak
Kadang-kadang ada barang, seperti peralatan makan dari perak, yang jatuh gemerincing
entah di mana. Atau, batu-batu yang beterbangan di rumah. Lampu terus-menerus menyala dan padam. Rumah dan perabotannya bergoyang – goyang, seolah Anda mengalami gempa bumi seorang pribadi.

5. Perilaku anjing menjadi aneh
Anda tahu kan, anjing seringkali disebut mampu merasakan kehadiran hantu. Anjing akan menggonggong, atau tiba-tiba meringkuk ketika muncul hantu yang tidak ramah. Tetapi jika hantu yang ramah
menampakkan diri, anjing akan mulai mengibas-ibaskan ekornya, lalu duduk dengan tenang seolah ada yang membelai-belainya.

6. Penampakan
Nah, ini gambaran yang palingjelas. Hal itu bisa berupa bola berkabut dan berkilauan, atau sosok yang tampak melayang di udara. Sebagian orang yang lain melihat cahaya berkelap-kelip dalam warna biru, oranye, atau amber. Ada juga yang melihat beberapa bagian tubuh, dalam wujud lengan atau kaki. “Hal ini akan terlihat padat, seperti daging,” kata Nancy.

Bukti paling meyakinkan bahwa sebuah rumah berhantu adalah jika Anda bisa merekam gambar dari hantu itu, bahkan merekam suara-suaranya. “Gunakan rekaman yang baru, lalu atur perekamnya,” saran Nancy. “Putar lagi rekamannya, pasti Anda terkejut. Seringkali Anda bisa mendengarkan suara – suara.”

Sekian dari saya semoga bermanfaat ya dan semoga di rumah anda tidak ada hantunya……..

Ciri Tumbuhan Kantong Semar dan Venus

Kantong Semar
Kantong Semar adalah tanaman pemakan serangga atau disebut insektivora. Pada waktu tertentu, bunga kantong semar mangeluarkan bau menyengat. Bau tersebut berguna untuk menarik perhatian serangga. Tanaman kantong semar mempunyai cairan khusus yang ada di dalam kantong. Cairan tersebut berguna untuk mencerna serangga yang terjebak. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kantong semar beradaptasi untuk memperoleh makanan.

Venus
Venus adalah tumbuhan pemakan serangga atau disebut insektivora. Daun venus berengsel dan berbulu. Daun itu terbuka menunggu serangga yang datang. Saat serangga menyentuh bulu-bulu peka pada daun, kedua bagian daun akan menutup dengan cepat. Kemudian, daun akan mencerna serangga dan menyerap nitrogennya.

electricity

Electricity has existed as lightning in the skies since the beginning of the universe, even before there was life on earth. Early cave people probably recognized the force of electricity when lightning struck. They might also have noticed the way amber attracts light objects, or the way certain fishes, such as the electric eel, stun their prey.
Discovering Static Electricity
Around 600 BCE, in Greece, a mathematician named Thales discovered that amber rubbed with animal fur attracted light objects. Even though other people may have noticed this before, Thales was the first to record his findings. We don’t have his writings, but from other people’s reports of his work we can guess at his experiments. We think that Thales noticed static electricity from polishing amber with a piece of wool or fur. After rubbing the amber, which created a static electric charge, other light objects such as straw or feathers stuck to the amber. At this time, magnetism was confused with static electricity.
Later, other experimenters discovered that other substances, such as diamonds, also attracted light objects the same way amber did. These substances are called insulators. They also discovered that other substances, such as copper, silver, and gold, did not attract anything, no matter how long the object was rubbed and no matter how light or heavy the other object was. These are called conductors because they let electricity flow through them.

Direction and Magnetism
About 300 years after Thales, a Chinese general named Huang-ti was supposed to be the first to use a lodestone as a compass. He might have had a polished piece of lodestone on a piece of wood so polished the stone could easily have turned to always point north. Another version of the story suggests that Huang-ti had a lodestone in a floating bowl. The lodestone would force the bowl to turn with it to face north. Chinese military commanders during the Han dynasty (206 B.C.E. to 220 C.E.) used compasses.

Compasses were used by generals and magicians (who had to find the right places for temples or burial sites) for hundreds of years before they were used on ships. Lodestones were not used for ship navigation until the 1200s, when Chinese navigators began to use a ship’s compass.
Many doctors during the time of Queen Elizabeth I of England (the late 16th century) were interested in magnetism. They thought magnets might have healing powers for the human body. William Gilbert invented a lightweight tool called a versorium that looked like a compass but didn’t use a magnetized needle. The pointer was balanced and would spin in reaction to magnetic attraction even if there wasn’t enough force to lift a light object. Nowadays we use a modern version of the versorium called the electroscope to study atomic particles. Gilbert also made up the term electricity. He called objects that attracted his versorium electrics and those that didn’t attract the tool nonelectrics.
New Inventions and Discoveries
In 1660, a German experimenter named Otto Von Guericke built the first electric generating machine. He showed that electricity could be transmitted by using a wet string to conduct electricity several feet.
In the early 1700s, several Englishmen published works that described interesting experiments with electricity. One, Francis Hauksbee, removed air from a glass globe and made the globe rotate while rubbing it with a wool cloth. The globe gave off such a bright light that Hauksbee could read large letters in a dark room. When it got hotter, it attracted light objects from a greater distance. Another experimenter, Stephen Gray, discovered conductivity. Gray found that an electric could transmit electricity through another body. He found that even water could be electrified. Charles Du Fay, in Paris, performed many experiments based on Gray’s work. He came to the conclusion that everything and everybody contained electricity, which we know is correct. The only thing he didn’t include, strangely enough, was lightning!
During the 18th century everyone was fascinated by electricity. Demonstrations of static electric generators were attractions at popular lectures. A mathematics teacher in Holland, Pieter Van Musschenbroek, invented a storage jar, called a Leyden jar, that showed that electricity could be stored for future use. Modern capacitors are based on the Leyden jar, and are used in radios, televisions, computers, and the flash for a camera.

Ben Franklin conducted his famous kite experiment in 1752. As a storm was about to break, Franklin flew a kite with a stiff wire pointing up that was attached to the top of the kite. He attached a metal key to the other end of the string, and let it hang close to a Leyden jar. Rain moistened the string, which began to conduct electricity. Sparks jumped from the key to the jar until the jar could not handle any more charges. Although there wasn’t any lightning yet, there was enough electricity in the air for Franklin to prove that electricity and lightning were the same thing. Franklin also proved that pointed rods conduct electricity better than balls do. He invented lightning rods and sold them throughout colonial America.
In Italy, in the late 1700s and early 1800s, two professors made some interesting discoveries. Luigi Galvani discovered that a dead frog’s muscles twitched when it was placed near an electrical machine. He conducted experiments to try to explain why a dead frog appeared to jump. Galvani thought the frog’s nerves contained the electricity. Alessandro Volta was interested in Galvani’s experiments but thought the electricity came from the metals, such as the steel knife or the metal table. Volta is best known for inventing the voltaic pile, now called an electric cell or battery, in 1800. He had made a stack of disks of zinc, acid- or salt-soaked paper, and copper. This was the first way to store and control the release of dynamic electricity. Volta did not know why his electric cell worked. The volt is named after Volta.
While others concentrated on generating electricity, Charles de Coulomb was the first person to measure the amount of electricity and magnetism generated in a circuit. We still call the unit of electrical charge a coulomb in his honor.
During the first half of the 19th century, Michael Faraday conducted experiments in England on electricity and magnetism. His work led to modern inventions such as the motor, generator, transformer, telegraph, and telephone. Faraday also created words we still used, including electrode, anode, cathode, and ion. He experimented with induction and discovered a way to generate a lot of electricity at once. We use his principle of electromagnetic induction for generating electricity today in electric utility plants. But, back then, Faraday was just interested in finding out why things behaved the way they did so he did not put his findings to any practical use.
Many other scientists in the first half of the 1800s contributed a lot to our modern uses of electricity. They include Andre Ampere, of France, who contributed to the measurement of electric current and who experimented with electromagnetism. Joseph Henry, an American, worked with electromagnetic induction, as did Faraday. Henry’s, Faraday’s, and Ampere’s work all contributed to the development of the telegraph. Karl Gauss created a set of units to measure the amount of magnetic induction. The unit is called a gauss. We degauss or demagnetize our computer monitors so that residual magnetism doesn’t spoil the image. Georg Ohm, a German, discovered the relationship among voltage, current and resistance in a circuit using direct current. The relationship is called Ohm’s Law.
Modern Light and Power
Thomas Alva Edison was an American inventor in the second half of the 19th century. He is best known for his invention of incandescent light bulbs in 1879. He experimented for a year to find the best material for a filament so the bulb would burn brighter and last longer. Edison wanted to bring light into every home and factory. He directed the operation of the first central commercial incandescent electric generating station in the country. It provided electricity to one square mile in New York City in 1882. The first day it operated only 52 customers wanted electricity. Edison’s generating station used only direct current (DC) because he thought that alternating current (AC) was dangerous.

One of Edison’s employees, Nikola Tesla, was an inventor from Croatia. Tesla wanted to develop an alternating current induction motor but Edison opposed it. Tesla set up his own laboratory and announced his invention in 1888. George Westinghouse hired Tesla to sell AC transmission, using Tesla’s induction motor, across America. Everyone but Edison agreed that AC was superior to DC. Even Edison’s own company, Edison Electric company–now called General Electric–switched to AC. All our electric motors today, such as fans, air conditioners, and refrigerators, run on principles set out by Tesla. Tesla also set the standard for the frequency of the transmission current, or the number of cycles per second. Today we still operate at 60 hertz.